infojabar24.com

BOGOR – Beragam informasi mengenai keberadaan Bayu Zulkarnaen, aparatur sipil negara (ASN) yang dilaporkan hilang sejak Agustus 2026, kembali menjadi perhatian. Salah satu kabar yang beredar menyebut Bayu berada di wilayah Sukabumi.

Informasi tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan bahwa Bayu pergi menemui seorang perempuan yang disebut sebagai istri mudanya. Namun, hingga kini kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai keberadaan Bayu sebelum ada hasil penelusuran yang valid.

Menurut Dedie, kasus hilangnya Bayu merupakan persoalan sensitif sehingga setiap informasi yang muncul perlu diverifikasi terlebih dahulu.

“Coba cek dulu, jangan gegabah. Karena ini kan sensitif dan butuh kepastian,” ujar Dedie.

Ia mengakui telah menerima sejumlah informasi terkait keberadaan Bayu. Namun, informasi tersebut belum disampaikan secara terbuka karena masih dalam proses pengecekan.

“Jadi jangan katanya. Kita menunggu saja. Katanya ada di sini, sedang akan ditelusuri,” katanya.

Dedie juga meminta semua pihak menjaga situasi tetap kondusif. Proses pencarian Bayu melibatkan keluarga, relawan, pemerintah, serta sejumlah pihak lainnya sehingga informasi yang belum terbukti dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan.

Bayu Hilang Sejak Agustus

Bayu Zulkarnaen dilaporkan hilang pada 13 Agustus 2026. Saat itu, ia diketahui sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di kawasan Pamoyanan, Bogor Selatan.

Setelah Bayu tidak diketahui keberadaannya, sejumlah barang miliknya ditemukan di beberapa lokasi. Sepeda motor dan helm ditemukan di sekitar Jembatan Cipaku, sedangkan tas miliknya ditemukan di dekat Sungai Cisadane.

Tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan pencarian selama tujuh hari. Namun, upaya tersebut belum berhasil menemukan keberadaan Bayu.

Di tengah pencarian, muncul berbagai informasi mengenai keberadaan ASN tersebut, termasuk kabar bahwa Bayu berada di Sukabumi dan ditemukan dalam keadaan selamat.

Namun, hingga saat ini informasi tersebut masih dalam penelusuran. Pemerintah Kota Bogor meminta masyarakat menunggu hasil verifikasi dan tidak menjadikan kabar yang belum terbukti sebagai fakta.