![]() |
| Jika Rasulullah SAW Adzan, Ini yang Bakalan Terjadi |
Adzan merupakan panggilan bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah salat.
dalam sejarahnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sempat mencari-cari sosok yang tepat untuk mengumandangkan Adzan yang pertama kalinya, lantas Mengapa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mencari sosok untuk mengembangkan adzan?
Mengapa bukan Rasulullah saja yang mengumandangkan Adzan, Apakah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah mengumandangkan Adzan?
Apa yang terjadi jika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengumandangkan adzan?
Baca artikel ini hingga akhir agar tidak sesat
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sempat kebingungan mencari sosok yang akan mengumandangkan Adzan,
Rosulullah mencari-cari muadzin untuk melantunkan adzan yang pertama kalinya.
rincian sejarah azan hingga sosok yang menjadi muasin pertama dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim
suatu waktu ketika kaum muslimin tiba di Madinah mereka berkumpul sembari menunggu waktu shalat, namun Tidak seorangpun diantara mereka yang bisa memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba, sehingga pada suatu hari mereka bermusyawarah untuk membahas persoalan tersebut.
sebagian sahabat mengusulkan agar menggunakan lonceng, sebagaimana yang digunakan oleh orang-orang Nasrani, sebagian yang lain dengan tanduk sebagaimana digunakan oleh orang-orang Yahudi dalam upacara keagamaan mereka.
namun sahabat Omar bin Khattab berkata, alangkah baiknya kalian menjadikan seseorang yang tugas untuk memanggil orang-orang shalat,
kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyetujui usulan Umar dan berkata, Wahai Bilal berdirilah serta panggillah manusia untuk mendirikan shalat. Hadits Riwayat Muslim.
Bilal bin raba al-habashy adalah sosok sahabat yang turut bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melakukan hijrah ke Madinah, ketika Masjid Nabawi selesai dibangun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam masyarakat karena zat Rasulullah, kemudian menunjuk Bilal untuk mengumandangkan Adzan
Alasannya karena bila memiliki suara yang merdu.
lalu Bilal mengumandangkan adzan dan menjadi Muazin pertama dalam sejarah islam.
dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa adzan pertama kali di lafalkan pada tahun pertama Hijriah.
Sejak saat itu Aza berfungsi sebagai penanda masuknya waktu shalat bagi kaum muslimin, biasanya setelah mengumandangkan Adzan Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Seraya berseru Hayya alas Sholah, Hayya alassholah
lalu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam keluar dari Rumah dan Bilal melihat Rasulullah, Bilal segera melantunkan Ika abad kemudian ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menaklukkan Kota Mekah Rasulullah berjalan depan pasukan muslim bersama Bilal saat masuk ke Ka'bah
Rosulullah hanya ditemani oleh tiga orang sahabat yaitu, Utsman bin thalhah, usah biza it dan Bilal bin Rabah.
sholat dzuhur pun tiba ribuan orang berkumpul di sekitar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam termasuk orang-orang kafir Quraisy yang baru masuk Islam saat itu.
pada saat-saat yang sangat bersejarah itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memanggil Bilal agar naik ke atap Kabah untuk mengumandangkan Adzan, Bilal melaksanakan perintah tersebut dengan senang hati
lalu mengumandangkan azan dengan suaranya yang bersih dan jelas.
adzan itu adalah azan yang pertama dikumandangkan di makah.
Bilal memang dikenal sebagai muadzin pertama dalam Islam,
Bilal bahkan tercatat sebagai Muslim pertama yang mengumandangkan adzan di dua kota suci, yakni Madinah dan Mekkah
dari sini mungkin ada yang bertanya-tanya Mengapa bukan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang mengumandangkan Adzan?
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ternyata tidak pernah menuturkan adzan sebagai penanda masuknya waktu shalat, keterangan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah adzan dijelaskan oleh para ulama Fiqih
mereka menerangkan perihal keutamaan antara adzan atau menjadi imam shalat Imam an-nawawi di dalam Kitab al-majmu' menjelaskan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lebih utama menjadi imam salat dibandingkan muadzin maka kemudian Khulafaur Rasyidin juga mengutamakan menjadi imam dan mereka tidak mengumandangkan Adzan
Imam al-baihaqi dari umar bin Khattab yang menyatakan, Seandainya saya berkesempatan untuk mengumandangkan Adzan saat menjadi khalifah sebagai saya akan mengumandangkan Adzan.
mereka tidak mengumandangkan Adzan disebabkan Mereka sibuk dengan urusan umat muslim yang tidak bisa digantikan dengan selain mereka
mereka tidak ada waktu kosong untuk mengumandangkan Adzan, Adapun menjadi imam shalat berjamaah merupakan suatu keharusan bagi mereka.
sebenarnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah mengumandangkan Adzan ditelinga cucunya Hasan dan Husein saat dilahirkan hal ini sebagaimana diceritakan oleh Ubaidillah bin Abdul Rafiq dari bapaknya ia berkata, saya melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengadzani telinganya Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh Fatimah sama seperti adzan untuk shalat, hadis riwayat At Tirmidzi
Bagaimana jika seandainya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melantunkan adzan.
Apa yang akan terjadi sudah dijelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sama sekali tidak pernah melantunkan adzan.
ulama pun telah merumuskan hikmah hikmah dibalik Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak mengumandangkan adzan untuk shalat semasa hidupnya
jika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengumandangkan Adzan maka dikhawatirkan orang yang tidak langsung menjawab seruan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, maksudnya orang-orang tidak segera bergegas ke masjid untuk melaksanakan ibadah salat kekawatiran itu bahwa dijelaskan dalam al-qur'an
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih Quran surah an-nur ayat 63
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak melantunkan adzan masuknya waktu shalat karena jika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Hayya alas Sholah dan umat Islam tidak segera melaksanakan bahkan merekapun akan disiksa
alasan kedua Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak melantunkan adzan karena beliau adalah Rasul, maka tidak boleh bersaksi atas dirinya sendiri
yakni mengucapkan asyhadu anna muhammadar rasulullah, sebagai salah satu lafaz dalam adzan.
alasan ketiga jika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengumandangkan adzan dan sampai pada lafadz asyhadu anna muhammadarrasulullah, akan ada pemahaman bahwa ada nabi selain dirinya lafaz azan yang tahu pertama kalinya adalah dalam mimpi sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yakni Abdullah bin Zaid bukan dalam mimpi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
dalam sebuah riwayat juga dijelaskan bahwa Abdullah bin zaid menceritakan mimpinya menghindari lafal lafal adzan itu kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
sahabat Umar Bin Khattab pun mengakui hal yang sama, beliau juga telah bermimpi dengan mimpi yang serupa dengan Abdullah bin Zaid.
setelah itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berseru sembari memuji Allah subhanahu wa ta'ala sebagai bentuk kegembiraan beliau dengan berita tersebut,
alasan mengapa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak membedakan adzan karena kesibukan dan sempitnya waktu beliau untuk bisa mengumandangkan adzan sholat.
Hal ini juga terjadi di zaman sekarang dimana tiap-tiap pemimpin di sebuah wilayah memandatkan muadzin untuk bertugas melantunkan adzan ketika memasuki waktu shalat, sebab inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para khalifah terdahulu.
jika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam turut melantunkan adzan sebagai panggilan ibadah sholat, dikawatirkan umatnya mengabaikan seruan shalat menurunkan atau diserahkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana kondisi umat sekarang ketika Adzan berkumandang
sebagian orang malah lebih memilih tidur dibandingkan tegas untuk melaksanakan shalat Wallahu A'lam bishshawab.

Tidak ada komentar
Posting Komentar