![]() |
| Sunnah Rasulullah yang Diharamkan Diikuti Umatnya |
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat beriman mampu mengikuti sunah-sunah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah impian bagi setiap muslim, pasalnya dalam ajaran Islam orang-orang yang mampu menjalankan perintah Allah dan mengerjakan sunah-sunah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam akan mendapat balasan pahala yang berlipat-lipat ganda.
akan tetapi sebagai umat yang tidak hidup sezaman dengan Rasulullah Kita juga harus mengetahui bahwa ternyata ada beberapa jenis sunnah yang dilarang bahkan haram untuk dikerjakan bagi umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat ini.
lantas Ibadah sunnah Apa sajakah yang diharamkan itu?
hidup sebagai makhluk yang berbeda dari makhluk atau ciptaan Allah lainnya tentu tak bisa dipungkiri jika kekhawatiran maupun ketakutan akan selalu menjadi ujian nyata di sepanjang perjalanan manusia,
menapaki kehidupan yang fana ini, terlebih lagi bagi seorang muslim, ujian dan cobaan adalah perkara lumrah bahkan menjadi kebiasaan setiap hamba yang telah mengaku beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, manusia yang paling berat ujian serta cobaannya adalah para Nabi, kemudian orang-orang Saleh, kemudian yang semisal mereka dan semisal lainnya hadits riwayat Ahmad.
akan tetapi ujian dan cobaan yang sewaktu-waktu bisa datang kapan saja menimpa umat muslim bukanlah bentuk kebencian Allah kepada hamba-hambanya, melainkan tersirat banyak hikmah yang dapat diambil jika seorang muslim mampu melewati hal tersebut.
satu diantaranya seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikut ini.
Apakah kalian mengira dapat masuk ke dalam surga sementara belum datang kepada kalian seperti apa yang menimpa orang-orang sebelum kalian mereka itu ditimpa kesulitan dan kesusahan makan digoncang dengan berbagai macam ujian sampai-sampai Rasul dan orang-orang beriman berkata kapan datangnya pertolongan Allah, maka ketahuilah sesungguhnya Pertolongan Allah itu dekat Alquran surah al-baqarah ayat 204.
dari ayat barusan Kalian tentu sudah menyadari bahwa hikmah dari menghadapi dan melewati banyaknya lika-liku kehidupan ialah mampu mendatangkan balasan berupa surga.
namun tahukah kalian jika ujian tersebut tak bisa dilalui oleh seorang muslim, apabila tidak berpegang teguh kepada sumber-sumber pokok ajaran Islam yaitu Alquran dan Sunnah, sebab jauh-jauh hari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah berpesan melalui sabdanya, aku telah tinggalkan bagi kamu sekalian dua perkara Kamu tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya, pertama kitab Allah berupa Alquran dan Sunnah rasulnya hadits riwayat Malik dan Al Baihaqi.
sebenarnya saat membahas dua sumber pokok ajaran Islam kita tak bisa menafikan jika sejak dulu ada perbedaan pendapat di tengah-tengah para imam mazhab terkait Bagaimana cara menetapkan status hukum suatu ibadah atau amalan.
menariknya meski terdapat perbedaan dalam hal menentukan hukum para tokoh Imam mazhab, dalam hal ini Imam Syafi'i Maliki Hambali dan Hanafi sama sekali tak pernah saling menghujat akan setiap kebijakan yang masing-masing mereka putuskan, hal itu semakin membuktikan bahwa selama seorang hamba masih berada di jalan Allah serta Rasulullah dan tidak mengikutsertakan nilai-nilai kesyirikan dalam ibadah maupun amalannya maka menghargai pilihan sesama muslim merupakan perilaku yang sangat terpuji,
sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada agama Allah dan janganlah kamu bercerai-berai dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu bermusuhan Maka hal itu akan mempersatukan hatimu sungguh karena bermusuhan akan menempatkan kalian di tepi jurang neraka tapi Allah menyelamatkan karena persaudaraan demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatnya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk Alquran surah Ali Imran ayat 103.
Imam asy-shakani rahimahullah melalui kitab Fathul qodirnya menambahkan penjelasan tentang ayat barusan bahwa Allah memerintahkan umat muslim bersatu di atas landasan agama Islam, yaitu Alquran serta sunnah.
dan melarang hambanya dari perpecahan yang muncul akibat perselisihan pendapat dalam agama Islam.
mirisnya di negara kita sendiri terjadinya ketegangan antar umat muslim kerap kali dilatarbelakangi perbedaan pendapat, khususnya ibadah atau amalan yang tidak bersifat wajib, bukan hanya sekali namun berkali-kali entah itu permasalahan doa qunut saat salat perayaan Maulid sholawat dan masih banyak lagi.
padahal perkara-perkara tersebut sudah lebih dulu ditetapkan hukumnya oleh para imam mazhab dan selama tidak mengandung unsur kesyirikan maka menghargai pilihan masa seseorang itu lebih membawa kedamaian.
memang kita tak bisa menyangka jika sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memiliki kedudukan yang agung dalam ajaran Islam.
selain karena sunnah beliau menjadi sumber hukum kedua setelah Alquran, memuliakan mengamalkan dan menjadikannya sebagai pola hidup seorang muslim juga menjadi hal yang diidam-idamkan,
sayangnya tidak semua perbuatan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersifat sunnah, bahkan ada beberapa perkara yang dikerjakan oleh Beliau namun sangat diharamkan bagi umatnya.
pertama sudah menjadi pengetahuan umum bagi umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jika sosok suri tauladan yang diutus untuk memperbaiki adab serta akhlak umat manusia, memiliki 9 orang istri ternyata dalam buku Habib Muhammad Bagir berjudul muamalah, menurut Alquran sunnah dan para ulama disebutkan bahwa sesuai dengan ketentuan Alquran serta hadis nabi ulama telah bersepakat juga seluruh umat muslim tanpa terkecuali, tidak diperbolehkan menikahi lebih dari empat orang istri di waktu bersamaan.
status hukum tersebut bahkan sudah disampaikan Rasulullah kepada sahabatnya bernama gayline bin salaman.
memiliki 10 orang istri saat sang sahabat menyampaikan keinginannya memeluk islam dimana pada saat itu beliau pun bersabda, Pilihlah dan pertahankan 4 orang diantara 10 istrimu itu, dan ceraikanlah sisanya
hadits riwayat Tirmidzi.
parahnya dari beberapa Hadits Nabi yang lain apabila seseorang memilih untuk memiliki lebih dari 4 orang istri maka ia dianggap sebagai manusia jahil atau Tak memiliki wawasan keislaman, bahkan hal tersebut merupakan satu dari banyaknya tanda-tanda akhir zaman.
sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, diantara tanda-tanda hari kiamat adalah sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan produknya perzinahan wanita akan semakin banyak dan pria semakin sedikit sampai-sampai seorang pria bisa menikahi 50 wanita lantaran kurang memiliki pengetahuan agama Hadits Riwayat Bukhari.
kedua selain haram memiliki lebih dari 4 orang istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga melarang ibadah puasa yang diberi nama wishal atau puasa yang dilakukan beliau berhari-hari tanpa berbuka.
pasalnya pernah suatu waktu Rasulullah berpesan dihadapan para sahabatnya untuk tidak mengikutinya berpuasa wishal, tiba-tiba ada seorang sahabat yang menyangga beliau dengan berkata, Bagaimana bisa kami tidak mengikutimu Ya Rasulullah sedangkan yang kau sendiri melakukan puasa wisya,
beliau pun menjauh Siapa yang semisal denganku sesungguhnya kalian berbeda denganku, Aku di malam hari diberi kekuatan oleh robku.
anehnya meski beliau telah melarang para sahabat untuk berpuasa wissel, masih ada segelintir sahabat yang mengerjakannya,
alhasil mengetahui pembangkangan tersebut Rasulullah lantas menjalankan, puasa bersama mereka dari mereka lalui dengan lancar saat di hari selanjutnya beliau mulai melihat para sahabatnya Kelelahan yang tadi sangka-sangka ketika sahabat yang sedang berpuasa berada dalam kelelahan di malam harinya Mereka melihat Hilal sehingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pun bersabda seandainya Hilal itu tidak terlihat aku akan menyuruh kalian menambah puasa sebagaimana bentuk hukuman karena mengikutiku berpuasa.
dalam Kitab Shahih Bukhari dijelaskan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang umatnya berpuasa disebabkan kelebihan yang ada pada diri beliau, sedikitpun tidak dimiliki oleh umatnya dan apabila seorang muslim memaksakan maka itu bisa saja membawa kemudratan agar Tetapi setelah rasulullah wafat beberapa ulama masih menganggap puasa wishal bisa dikerjakan selama tidak mengganggu ibadah maupun aktivitas wajib lainnya, seperti mencari nafkah.
sahabat beriman dua sunnah atau perlaku nabi yang diharamkan kepada kita adalah isyarat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam agar kita tidak memaksakan diri mengikuti perilaku beliau, sebab Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memiliki keistimewaan melebihi manusia-manusia lainnya.
namun apabila itu sunnah yang tidak diharamkan maka itu kembali pada pilihan serta kemampuan kita untuk mengerjakannya wallahualam.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar
Posting Komentar